Bergeraklahmelalui tahap-tahap yang telah dijelaskan di atas untuk mencapai trance secara perlahan, dengan berfokus untuk menenangkan tubuh Anda. Latihlah tubuh Anda memasuki kondisi seperti trance ini selama sekian hari sebelum Anda mencoba memperdalam tingkat trance atau mencoba berhubungan dengan alam gaib dengan cara apa pun. Anda harus
Contohcara mudahmemasuki ke keadaan theta selama beberapa menit atau lebih adalah tidur siang. Tidur siang sangat membantu dalam hal memulihkan energi pada tubuh dan pikiran Anda. atau yang hanya cukup beruntung untuk memiliki kemampuan alami untuk memasuki keadaan trance dengan mudah. Untungnya bagi Anda yang masih awam, terapi gelombang
Kamiakan mengajarkan cara membuat Sugesti khusus untuk pasien khitan Anda. Sugesti ini khusus dibuat untuk memunculkan kondisi di mana seseorang tidak merasakan sakit sama sekali pada tubuhnya. Sugesti tersebut lebih mudah tertanam ke pikiran bawah sadar pasien. Sehingga, secara alamiah pasien menjadi rileks dan mengabaikan rasa sakitnya.
Fast Money. Jakarta Bila kesadaran digambarkan sebagai satu garis kontinum maka mindfulness dan trance berada di masing-masing ujung ekstrem. Mindfulness dan tranceadalah dua kondisi kesadaran yang berlainan dan selama ini bukan bisa disandingkan. Istilah mindfulness, dalam bahasa Inggris, berasal dari pengenalan Pali, sati, yang artinya kesadaran, pikiran, ingatan, pengenalan, kekilauan pikiran. Sementara itu trance, atau lengkapnya hypnotic trance, ialah kondisi kognisi nan berbeda dengan kondisi siuman normal altered state yang dialami oleh seseorang melalui bimbingan terapis. Hypnotic trance koteng terdiri atas banyak lapis kesadaran. Perbedaan mendasar antara kondisi mindful dan trance terletak sreg kognisi yang aktif pada satu saat. Individu yang mindful pulang ingatan akan apa yang beliau alami, rasakan, pikirkan, dan segala yang terjadi di sekelilingnya. Pikirannya sungguh-sungguh siuman. Sebaliknya kondisi tak mindful begitu juga pikiran melantur ke perian dahulu atau hari depan, mengapit bab semata-mata tak ingat telah melakukannya, bukan ingat apakah sudah mematikan bola lampu atau belum, diajak wicara seseorang kemudian kamu lupa apa yang baru dibicarakan, atau mengendarai mobil atau sepeda penggerak dan tanpa disadari sudah tiba di harapan, mengejar kunci dan lain menemukannya padahal kunci terserah di depan mata, semua ini masuk dalam kategori trance. Kondisi trance memang lampau berbeda dengan kondisi mindful. Mindfulness merujuk plong perhatian nan objektif terhadap pengalaman yang dialami makanya individu dari hari ke waktu Kabat-Zinn, 1990/2005. Sementara itu Brown dan Ryan 2003 mendefiniskan mindfulness ibarat kondisi pemahaman penuh perhatian pada apa yang sedang terjadi di ketika waktu ini. Dalam kondisi trance, makhluk melepas lagam atas maslahat responsif pikirannya, lepas dari fungsi pengawasan kekinian pengalaman, dan teregresi ke proses berpikir primer di mana terdapat kebebasan dan keleluasaan pikiran dalam memunculkan berbagai bentuk bayangan mental, rahasia khayal, menerima segala sesuatu nan sebelumnya tidak rasional menjadi sensibel, dan basyar mengalami fenomena trance logic Orne, 1959. Para praktisi mindfulness sangat menghindari kondisi tidak mindful yang dijelaskan sebelumnya. Kondisi tidak mindful lewat tidak baik dan bisa merugikan. Ditinjau dari perspektif terapi, baik mindfulness dan trance per memiliki manfaat terapeutik. Keduanya dapat dikelola dan dimanfaatkan cak bagi keefektifan manusia tentunya dengan mengajuk prinsip yang main-main lakukan kedua kondisi kesadaran ini. N domestik terapi berbasis mindfulness klien dilatih lakukan doang mengerjakan pengamatan, menyadari, mengetahui, dan mengakui distribusi pengalaman berpunca waktu ke masa, membiarkan pengalaman itu bergulir segala apa adanya, tidak timbrung dan terkebat di n domestik pengalaman itu, tidak melakukan pemagaran pada bentuk ingatan, pikiran, dan perilaku tertentu. Klien tak dibimbing oleh terapis, klien enggak menerima sugesti tertentu, klien tidak masuk ke dalam kejadian ataupun asam garam dan memrosesnya. Intinya, klien menerima apapun yang ia rasakan atau alami dengan namun menyadari pengalamannya. Dengan demikian mindfulness mendorong pergeseran perasaan secara mondial, mewakili perhatian yang sebelumnya melekat erat pada pengalaman, perasaan, bagan pikiran tertentu. Mindfulness, menurut Sri Paññavaro Mahathera, dapat dilatih melalui metode permenungan. Keseleo satunya dengan membilang napas, atau dengan mengamati pengalaman dan bagaimana asam garam itu berlangsung minus memberikan pemaknaan, kecam, menilai, memberi nama atau segel, melibatkan emosi, atau berusaha dengan sesuatu cara memungkirkan pengalaman itu. Mindfulness juga dapat dipraktikkan dan dilatih secara informal dalam keseharian dengan mengembangkan kesadaran menerima pengalaman internal maupun eksternal. Kerumahtanggaan berlatih khalwat, para meditator belajar lakukan sayang siuman, menyadari apapun yang ia rasakan, alami, pikirkan, atau yang terjadi di sekitar. Keefektifan dan manfaat mindfulness dalam konteks klinis terdapat pada kemampuan kesadaran memutus response set yang mengendalikan diri orang. Response set merupakan kamil perpautan terkondisi nan memfasilitasi pola perilaku, pola pikir, dan respon basyar terhadap stimulus atau situasi tertentu. Response set boleh diaktifkan baik oleh stimuli intern maupun eksternal, sebagai halnya sugesti dan beragam sinyal nan bermula berpangkal mileu. Mindfulness dapat memutus respon perilaku otomatis nan selama ini menguasai diri seseorang, baik disadari atau tidak, dan membuat individu menjadi sadar akan pola perilaku maladaptif yang kamu alami atau untuk. Pelatihan mindfulness pada klien akan memampukan klien menyadari dan menangkap model perilaku yang nisbi otomatis dan reseptif menjadi respon yang bertambah terkendali Teasdale, Segal, dan Williams, 2003. Dengan kian menggiatkan pemahaman minus kondisi, bukan menghakimi, mindfulness mengaktifkan proses manah pengawasan diri dan memberdayakan klien dalam membuat seleksian dan keputusan akan respon yang makin adaptif dan konstruktif menggantikan respon maladaptif yang sepanjang ini kamu alami. Kesadaran yang menjadi galengan mindfulness terhadap pengamatan pasang surut pengalaman mencipta fondasi terapi dalam mengatasi pengaruh pikiran yang sifatnya mengganggu, penyimpangan kognitif, dan majemuk pengkondisian yang terjadi di masa sebelumnya yang menjadi penyebab masalah emosi dan perilaku maladaptif. Contohnya, individu nan sebelumnya akan marah besar saat mendapat kritik, dengan melatih mindfulness, dia dapat menyadari munculnya kemarahan, boleh mengaibkan kemarahan ini tanpa masuk sagu betawi di dalamnya, dan selanjutnya mampu memintal opsi respon yang lebih konstruktif menggantikan respon marah maladaptif. Melatih mindfulness tentu butuh upaya serius dan berkelanjutan. Kita jarang bisa intern kondisi mindful. Perhatian kita galibnya dipenuhi berbagai tulang beragangan pikiran nan mengganggu atau sibuk memberi pendapat atas apa yang sedang terjadi pada satu saat. Kendala nan majuh dialami praktisi mindfulness dalam melatih diri adalah pengaruh emosi intens, yang tersimpan di pikiran bawah sadar, yang dengan terlampau cepat mengatasi diri manusia sehingga yang terjadi bukannya mindfulness tapi mind-full-ness di mana perasaan mind dipenuhi berbagai bentuk ingatan thought yang dulu mengganggu karena adanya emosi intens yang menyertai bentuk-bentuk manah ini. Lakukan bisa masuk kondisi trance maka seseorang apalagi lain boleh intern kondisi mindful atau jeli dan siap siaga. Mindful yakni ranah kerja dan aktivitas perhatian sadar dan trance adalah ranah pikiran bawah sadar. Ini adalah dua ingatan yang adv amat berbeda keistimewaan dan cara kerjanya. Praktisi mindfulness yang ingin masuk trance terbiasa melepas, untuk sementara waktu, kondisi pikiran yang mindful dan mengikuti arahan terapis. Momen mindful kendali pikiran atas maslahat reseptif menjadi sangat awet. Terapis sangat sulit atau tidak dapat membimbing klien menembus faktor kritis pikiran sadarnya yang menjadi syarat mutlak untuk masuk kondisi trance. Itu sebabnya para meditator biasanya mengalami kesulitan untuk timbrung kondisi trance dengan bimbingan terapis. Sesungguhnya, saat mereka berbuat semadi dan benar-benar titik api pada sasaran meditasi maka mereka lagi masuk kondisitrance. Bedanya, saat mereka dibimbing oleh terapis, perhatian sadar mereka akan terus memperhatikan atau mengingat-ingat apapun yang diucapkan oleh terapis. Ini yang membuat mereka sulit ikut kondisi trance. Trance yakni kondisi di mana fungsi kritis pikiran pulang ingatan berhasil ditembus dan khalayak masuk ke perhatian bawah pulang ingatan untuk menemukan kejadian, hal, pengalaman traumatik, atau berbagai acara pikiran imprint nan menjadi akar komplikasi gangguan perilaku. Selanjutnya, bisa dengan bantuan terapis alias melakukannya seorang, dengan teknik nan sesuai, akar masalah ini diproses hingga terjadi resolusi trauma menyeluruh dan tuntas. Masalah dikatakan telah selesai diproses saat emosi yang sebelumnya melekat pada asam garam itu berakibat dinetralisir dan terjadi pemaknaan baru. Bermula uraian di atas tampak dua perbedaan mendasar aplikasi mindfulness dan trance dalam mengatasi masalah. Dalam terapi berbasis mindfulness yang dikembangkan yakni kesadaran mengamati, menerima, enggak masuk ke privat asam garam, terjadi pemisahan tegas antara diri pengamat dan pengalaman disosiasi. Dan bagi bisa mengamalkan disosasi dengan baik dibutuhkan tidak sahaja kekuatan kehendak, kemustajaban pemusatan, namun juga energi psikis yang osean untuk terus mempertahankan kondisi disosiasi. Apabila anak adam tak kuat internal mempertahankan kondisi disosiasi ini dan turut ataupun terikut timbrung ke dalam pengalaman yang sedang diamati maka ia dapat mengalami trauma ulang dan ini akan semakin memperburuk kondisinya. Saat individu dapat berbuat pengamatan, hanya mengamati saja, terhadap peristiwa alias pengalaman maka kekuatan terkaman dan yuridiksi situasi itu pada diri individu menjadi ki amblas. Emosi yang tadinya sangat intens melekat pada pengalaman semakin lama menjadi semakin lemah sebatas akhirnya ambruk dan asam garam itu tetapi menjadi satu bentuk memori yang objektif. Peristiwa yang berlainan terjadi kerumahtanggaan pengusahaan trance untuk hipnoterapi. Saat seseorang dalam kondisi trance, saat fungsi kritis pikiran sadar bagi darurat waktu tidak bekerja, anda dapat leluasa masuk ke perhatian bawah sadar, mengakses dan mengalami kembali perantaraan berbagai asam garam yang mengganggu hidupnya revivifikasi dan memroses pengalaman ini sebatas tuntas. Namun, berpangkal pengalaman klinis, mudah-mudahan lakukan memroses situasi dengan muatan emosi yang intens hanya dilakukan dengan bantuan terapis, jangan dilakukan sendiri karena seringkali ketika emosi muncul dan sesudah-sudahnya dirasakan oleh khalayak kendali atas proses yang sedang sira alami menjadi lemah dan dapat berwibawa buruk pada dirinya. Mindfulness dan trance dapat digunakan, secara gabungan, cak bagi mengatasi respon maladaptif dan membangun respon adaptif yang bau kencur. Kedua kondisi kesadaran ini berlainan sahaja memiliki kesamaan, kerumahtanggaan konteks terapi, yaitu keduanya dapat mengubah perhatian atau persepsi kerjakan mencapai goal terapeutik. DR. Adi W. Gunawan, CCH. President of Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology Indonesia Leading Expert in Mind Technology President of Gabungan Hipnoterapi Klinis Indonesia AHKI Facebook Adi W Gunawan Twitter adiwgunawan * Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, mari WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 sahaja dengan ketik introduksi sentral yang diinginkan.
Ketika berbicara tentang tehnik atau cara Self-Hypnosis untuk masuk kondisi Deep Trance, kesalahan umum yang sering terjadi adalah; berpikir ada metode ajaib! Dan masuk kondisi hipnosis dengan ajaib juga. Tidak ada yang seperti itu. Pada beberapa artikel sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa; hipnosis itu adalah kondisi alamiah. Dapat terjadi pada manusia. Kapan saja, dimana saja. Jadi sebenarnya, tidak ada yang ajaib. Saat Anda berpikir masuk kondisi trance itu ajaib, lalu Anda akan disibukkan oleh pikiran yang mencari-cari keajaibannya. Alhasil, pikiran Anda menjadi tidak relaks. Alih-alih memasuki kondisi trance, pikiran Anda malah jadi liar dan bekerja lebih keras. Jadi, rahasia tehnik self hypno pertama, adalah sederhanakan pikiran Anda. Apa pun yang Anda rasakan, itu adalah bagian dari proses memasuki kondisi trance. Maka nikmati saja. Biarkan semuanya mengalir begitu saja. Sebelum memasuki materi utama, saya akan menjawab beberapa pertanyaan umum terkait self hipnosis. Ini, memberi gambaran singkat tentang dasar-dasar self hipnotis yang perlu diketahui sebelum melakukan praktek. FAQs Self Hipnosis Berikut, teknik atau cara Self hipnotis untuk masuk kondisi deep trance, secara spesifik. Apa itu self hipnosis?Self-hypnosis atau self hipnosis, dan di Indonesia biasa disebut self hipnotis, adalah bentuk, proses, atau hasil dari kondisi hipnosis yang dilakukan oleh diri sendiri. Seringkali, self-hipnosis digunakan sebagai sarana untuk mensugesti diri sendiri; dan, dalam kasus seperti itu, subjek “memainkan peran ganda sebagai suggester dan sugesti“. Bagaimana cara self hipnosis?Ada banyak cara untuk melakukan self hipnosis. Namun, modal utama adalah Anda harus memahami dasar-dasar dan tehnik hipnosis. Dan artikel ini, akan memberi Anda penjelasan lengkap tentang cara self hipnotis hipnosis Semuanya bermuara pada Anda. Untuk apa pola pikir Anda ngotot bertahan, jika Anda menabrak dinding bata. Salah satu alasan banyak orang gagal dalam self-hypnosis adalah, karena kebanyakan cenderung fokus pada satu metode atau tehnik. Dan ketika ini tidak berhasil, ada godaan yang kuat untuk menyerah dan mengeluarkan napas putus asa. Dalam kelas Neurolism, saya sering menyampaikan bahwa; manusia itu unik. Perjalan dan pengalaman hidup yang berbeda, menambahkan keunikannya. Apa yang Anda lihat, lalui, baca, dengar, sepanjang hidup, itu membentuk pola pikir Anda. Dan itu mempengaruhi sistem yang berkerja dalam kehidupan Anda. Jadi, sebenarnya tidak ada tehnik baku. Jika pendekatan satu tehnik dapat bekerja dengan sempurna pada satu orang, belum tentu bekerja pada Anda. Begitu juga sebaliknya. Itulah mengapa, melalui tulisan ini. kami mendorong kearah sebaliknya. Kuncinya satu, Anda harus nyaman dan menikmati setiap prosesnya. Untuk menguasai tehnik atau cara self-hypnosis, Anda harus terlebih dahulu fokus pada penguasaan diri. Dan setelahnya, baru kemudian menggunakan metode induksi, untuk membuat Anda mengalami trance. Para pakar hipnotis tahu, hal utama yang dilakukan sebelum membimbing client masuk kondisi hipnosis, adalah membuat suasana nyaman. Lalu, membuat client mampu menetapkan niat positif H +, sebelum memasukkan subjek ke kondisi trance. Jadi, tidak berbeda ketika Anda dibimbing oleh praktisi hipnosis, langkah-langkah utama tersebut, Anda dapat terapkan pada diri sendiri. Jika Anda memasuki sesi hipnosis, dalam suasana pikiran kalut, pemarah, atau pikiran kacau, tidak peduli teknik apa yang Anda gunakan, itu tidak akan bekerja maksimal. Suasana pikiran Anda akan hilang dari diri Anda. Jika Anda mengalami kesulitan memasuki trance, terlebih dahulu kembali ke kunci pertama, dan mengatur suasana yang Anda ingin alami. Tentang bagaimana Anda ingin mencapai kondisi yang diinginkan? Anda perlu mengatur kondisi mental Anda terlebih dahulu, dan baru kemudian menggunakan metode induksi yang Anda inginkan. Memiliki metode induksi masuk yang tepat dapat berguna. Karena, membantu otak Anda untuk menyelaraskan dengan proses dan tahapan memasuki kondisi trance. Cara Mengatur Kondisi Mental Yang Tepat Untuk Self-Hypnosis Tentu saja, tidak ada dua hari yang sama. Apa yang bekerja untuk Anda suatu hari, mungkin kurang kuat bekerja di hari lain, tergantung pada kondisi pikiran Anda. Jadi, mengkombinasi berbagai hal. Dengan menggunakan teknik yang berbeda, bisa menjadi cara yang berguna. Untuk menjaga pikiran sadar, terstimulasi dan fokus. Sebelum Anda tenggelam dalam trance yang mendalam. Sebelum memulai metode induksi, penting untuk mengingatkan diri sendiri, mengapa Anda ingin mengalami trance? Semakin kuat alasan self-hypnosis akan memberi Anda kemampuan. Untuk mendapatkan akses ke alam bawah sadar. Anda harus memanfaatkan kreativitas, ide dan gagasan yang banyak, pemecahan masalah – di antara banyak hal lainnya. Jadi, memiliki gagasan yang jelas, sebelumnya, tentang apa yang ingin Anda capai selama self-hypnosis, akan membuat Anda melangkah dengan benar. Potensi alam bawah sadar, ini jadikan motivasi’ Dengan memanfaatkan alam bawah sadar, Anda dapat menemukan informasi yang Anda butuhkan untuk belajar, tumbuh, dan menjadi manusia yang lebih Namun, untuk mengakses alam bawah sadar, itu adalah tantangan terbesar. Jika Anda kesulitan, jangan frustrasi. Jadikan apa yang tampaknya seperti masalah, sebagai kesempatan belajar. Untuk meningkatkan kemampuan Anda memasuki kehidupan bawah sadar. Automatisasi Bawah sadar adalah aspek kesadaran yang tidak terpisah dengan pikiran sadar Anda. Ia mencatat setiap pengalaman yang pernah Anda alami, bahkan yang tidak kita sadari. Ini pula alasanya, sering kali ketika Anda melakukan sesuatu, Anda seperti mendapat ide-ide baru. Atau sesuatu yang seolah pernah Anda lakukan sebelumnya. Ingatan yang terlupakan, firasat tentang situasi, dan bahkan informasi yang berada di luar pengalaman langsung Anda, dapat ditemukan di sana. Ketidaksadaran Anda, yang mengatur sebagian besar hidup Anda. Termasuk tindakan refleks, otomatisiasi, intuisi, dan lainnya. Tetapi lebih dari itu. Pikiran bawah sadar, memiliki kecerdasannya sendiri. Dan, salah satu fungsi utamanya adalah, membuat Anda tetap aman. Terlebih lagi, pikiran sadar dan bawah sadar Anda terus berkomunikasi, satu sama lain. Jadi dengan mempersiapkan diri secara mental. Pemahaman Anda tentang ini, bisa menjadi lebih mudah, Anda, untuk memasuki ke alam bawah sadar. Karena itu, jadi sadarilah point penting ini! Anda sebenarnya tidak perlu melakukan banyak pekerjaan; alam bawah sadar Anda lah, yang akan melakukan sebagian besar untuk Anda. Apa yang dibutuhkan dalam persiapan diri Anda, adalah belajar untuk keluar dari pikiran Anda sendiri. Yang terlalu banyak berasumsi. Baik itu bersifat keraguan. Tentang tehnik yang tepat. Syarat-syarat yang harus terpenuhi. Dan masih banyak lagi. Padahal, itu semua hanyalah rintangan. Anda menetapkan banyak hal, untuk menghalangi diri Anda untuk memasuki trance. Anda, belum kesana, dan Anda sok tahu tentang jalannya. Anda baru belajar, tapi Anda malah menutup diri dari pengalaman baru Anda. Anda terlalu banyak, menetapkan ukuran dari pengalaman orang lain. Padahal, diri Anda mempunyai jalan yang unik. Yang bisa jadi, tidak sama dengan yang lain. Mempersiapkan diri untuk mengalami trance yang dalam, adalah soal bagaimana Anda belajar untuk melepaskan batas-batas yang ditetapkan oleh pikiran Anda sendiri. Agar koneksi sistem syaraf Anda dapat bekerja dengan caranya. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan jumlah koneksi otak, adalah melalui emosi. Emosi, khususnya emosi positif, membangun koneksi otak. Selain itu, emosi memberi tahu Anda, jika semuanya berjalan benar atau salah mereka akan memberi tahu Anda. Bahkan seringkali secara reflek. Ketika Anda harus melangkah lebih jauh. Latihan mindfulness, sangat ideal untuk membangun platform mental yang stabil. Dengan menumbuhkan emosi positif, memperkuat kesadaran Anda. Dan meningkatkan koneksi otak. Saya akan menjelaskan, apa saja dari latihan-latihan yang sebentar lagi Anda baca. Tetapi, sebelum kita mulai, berikut adalah beberapa tips praktis tentang bagaimana membuat diri Anda prima untuk sesi yang fokus dan efektif Penting untuk diingat, bahwa; kesuksesan tidak banyak hubungannya dengan metode, tapi pada diri Anda sendiri! Keberhasilan Self Hypnosis Tidak Sepenuhnya Pada Metode Berbagai latihan yang tercantum di bawah ini, hanyalah alat untuk melatih kesadaran Anda. Anda dapat menggunakan metode induksi apa pun, yang Anda sukai untuk self-hypnosis, asalkan itu membantu otak Anda untuk menyelaraskan diri dan turun ke kondisi trance. Dan cara terbaik, untuk mengetahui teknik mana yang terbaik bagi Anda, adalah berlatih dan bereksperimen. Sangat berguna untuk memiliki beberapa teknik, untuk masuk kondisi trance yang cocok dengan berbagai kondisi mental Menjadi kreatif. Jadilah inventif. Dan yang terpenting – bersabarlah. Dalam situasi apa pun, jangan menilai sendiri! Alasan self-hypnosis dan meditasi, menimbulkan begitu banyak tantangan, adalah karena pada dasarnya, Anda mencoba mengubah cara kerja pikiran sadar Anda. Anda menghadapi situasi pengondisian seumur hidup. Padahal pikiran Anda suka berkeliaran dengan bebas. Jadi, kendurkan dirimu sedikit! Yang mengatakan, sama seperti kebiasaan apa pun, siapa pun dapat belajar dan menguasai self-hypnosis, jika mereka terus berlatih. Meskipun memang butuh waktu, Anda akan menjadi lebih cepat dari apa yang Anda pikirkan. Dan yang mungkin juga mengejutkan Anda adalah, bagaimana begitu Anda bisa menguasainya; pikiran Anda mulai mendambakan keadaan trance semakin dalam. Seperti halnya, ketika Anda menjalani rutinitas olahraga yang baik, tubuh Anda ingin berolahraga lebih banyak. Karena menginginkan manfaat rasa-enak yang lebih lagi. Jadi jika Anda mencari inspirasi untuk memulai, atau ingin menambahkan teknik lain, teknik-teknik di bawah ini mungkin berguna; Teknik Induksi Hipnosis 1. Magnetic Hands Selain sebagai latihan yang menarik untuk dicoba, tujuan dari teknik ini adalah untuk mengarahkan perhatian Anda ke arah merasakan energi di antara tangan Anda – dan menjauh dari pikiran Anda. Mulailah dengan menggosok kedua belah tangan Anda, untuk memunculkan rasa Anda merasakan panasnya, tarik tangan Anda hingga berjarak sekitar 4 inci dari satu sama gerakkan tangan dengan sangat sedikit masuk dan keluar, sehingga Anda dapat merasakan tarikan magnet alami. Ini akan terasa seperti magnet. Fokus pada sensasi-sensasi itu, sampai rasanya menjadi lebih dengan energi, sampai Anda merasa, bahwa tangan Anda ingin bersatu. Pada titik ini, tutup saja mata Anda, dan kembangkan kondisi trance dari masalah jika tangan Anda bersentuhan atau terpisah 10 inci. Yang Anda cari di sini adalah tarikan magnet yang kuat. Jika tangan Anda tidak bersentuhan, fokuslah pada ruang di antara mereka untuk mengintensifkan pengalaman. Bermain-main dengan energi seperti ini, adalah cara yang bagus untuk menjaga pikiran sadar terganggu. Sehingga, ketidaksadaran Anda dapat mengambil alih – memungkinkan Anda untuk bersantai dan tenggelam dalam trance yang mendalam. 2. Metode Levitasi Lengan Seperti latihan di atas, teknik ini dirancang untuk mengarahkan perhatian Anda terhadap gerakan dan sensasi di tubuh Anda – dan menjauh dari pikiran Anda. Mengingat, betapa menarik perhatian teknik tersebut, ini adalah metode induksi yang sangat efektif. Ketika Anda ingin cepat turun ke kondisi trance dan membiarkan pengambilalihan otoritas pikiran bawah sadar. Mulailah dengan mengangkat lengan kanan ke atas dan ke bawah. Hingga, Anda terbiasa dengan sensasi fisik dan dengan baik semua gerakan mikro-otot yang terjadi, saat lengan Anda bergerak ke atas dan ke Anda melakukan ini beberapa kali, ulangi penegasan berikut “Pikiran bawah sadar, saya ingin Anda mengangkat lengan kanan saya. Angkat lengan itu. Angkat lengan itu. Saya merasakan lengan saya menjadi ringan, terangkat, terangkat dan terangkat. â€Anda mungkin terkejut melihat betapa cepat ini terjadi. Ini berfungsi, baik lengan Anda terangkat dengan lambat, atau berkedut saat prosesnya dan biarkan lengan Anda terangkat, hingga menyentuh wajah Anda. Perhatikan semua gerakan kecil itu saat lengan Anda terangkat, karena ini adalah bagian penting dari proses juga dapat mencoba memfokuskan pada jari-jari Anda, pergelangan tangan Anda, otot-otot yang bekerja di dalam pergelangan tangan Anda, dan bahkan hubungan antara tangan dan lengan Anda. 3. Teknik Betty Erickson 3-2-1 Betty Erickson, adalah istri Milton Erickson, seorang ahli hipnotis yang mencitpakan metode memakai, namanya sendiri. Dia menggunakan self-hypnosis sepanjang hidupnya, satu metode, khususnya, adalah Teknik 3-2-1. Tehnik ini melalui hal-hal yang Anda lihat, dengar dan rasakan. Melalui 3 hal tersebut. Teknik ini dapat digunakan untuk memperkuat keterampilan visualisasi Anda. Dan mengalihkan perhatian Anda menjauh dari pikiran Anda. Mulailah dengan memperhatikan 3 hal yang dapat Anda lihat, seperti dinding di dalam ruangan, gambar di dinding, atau sinar matahari yang menyinari fokus pada 3 hal yang dapat Anda dengar, misalnya, suara pernapasan Anda, burung di luar jendela, atau TV yang menyala di latar kemudian akan fokus pada 3 hal yang dapat Anda rasakan seperti tekanan kursi di punggung Anda, kehangatan ruangan, atau pakaian Anda menyentuh kulit putaran berikutnya, Anda mengulangi siklus yang sama, kecuali kali ini Anda hanya melihat dua hal yang Anda lihat, dengar dan rasakan. Ini bisa menjadi hal yang sama atau siklus terakhir, hanya fokus pada satu hal yang Anda lihat, dengar dan ulangi langkah 1-5 dengan mata tertutup. Perhatikan 3 hal yang dapat Anda lihat dalam pikiran Anda dengar dan dengan memperhatikan dua hal, dan kemudian satu hal, seperti yang Anda lakukan ketika mata Anda Anda menyelesaikan siklus terakhir, Anda akan trance, dan dapat melanjutkan praktik self-hypnosis Anda. 4. Pengaruh Pendulum Pendulum adalah cara yang ampuh untuk berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Sekaligus membawa Anda memasuki trance. Anda dapat membeli pendulum sederhana. Atau Anda bisa membuatnya sendiri. Jika Anda memiliki liontin, Anda dapat dengan mudah mengubahnya fungsinya menjadi pendulum. Rantai apa pun dengan batu atau apa pun yang tergantung di atasnya, dapat digunakan sebagai pendulum. Anda juga dapat menggunakan seutas tali dengan mengikatnya pada baut atau mur. Mulailah dengan menemukan posisi yang nyaman. Pegang pendulum di antara ibu jari dan jari telunjuk, pegang dengan longgar. Jangan sampai terlepas dari jari-jari siku Anda mengambang bebas, dan tidak diletakkan di atas meja atau terkunci di tubuh Anda. Tetap santai dan relaks. Lalu, mulailah membiasakan diri Anda fokus pada pendulum untuk bergerak. Dengan berfokus maju dan mundur. Anda cukup memberi tahu pendulum Anda untuk mulai bergerak, dan itu akan dan jernihkan pikiran Anda. Jangan berusaha terlalu keras, karena pikiran sadar Anda akan lakukan dengan santai dan pendulum mulai bergerak, tutup mata Anda dan biarkan pendulum jatuh ke lantai, dan kemudian mulai latihan Anda seperti biasa, misalnya, mulai menggunakan visualisasi atau afirmasi. Teknik Visualisasi Self Hypnosis Dalam latihan berikut, kata-kata visualisasi dan mentalisasi, digunakan secara bergantian. Istilah mentalisasi dikembangkan, karena beberapa orang merasa, bahwa; mereka dapat membayangkan objek dalam pikiran mereka. Tetapi, mereka tidak dapat memvisualisasikannya. Selain itu, 4 latihan visualisasi berikut ini, saling menduku. Jadi penting untuk melakukannya secara berurutan.~ N O T E 5. Visualisasi Kamar Tutup mata Anda dan bayangkan sebuah ruangan yang Anda memvisualisasikan ruangan, cobalah melihatnya sedetail pikiran Anda, perhatikan ruangan untuk melihat fitur-fiturnya yang berbeda. Seperti furnitur, gambar, pintu, dan fitur ulangi langkah 1-3, kecuali kali ini, visualisasikan ruangan yang kurang Anda Anda melihat ada perbedaan dalam kejernihan mentalisasi Anda, saat melihat dua kamar? Mentalisasi Anda terhadap ruang asing, kemungkinan besar kurang detail daripada ruangan yang akrab, sementara mentalisasi ruang akrab Anda lebih stabil daripada ruang asing. Karena mentalisasi yang stabil adalah apa yang Anda coba capai selama self-hypnosis, ini adalah latihan yang berguna. Untuk membangun keterampilan visualisasi Anda. Dan mendorong Anda memasuki kondisi yang tenang. 6. Menggambarkan Ruangan Latihan ini sama dengan teknik sebelumnya, kecuali satu perbedaan. Dalam latihan ini, Anda akan memvisualisasikan ruangan yang Anda kenal dan menggambarkannya untuk diri sendiri atau orang lain. Uraikan ruangan sedetail mungkin. Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan stabilitas kesadaran Anda, dengan melibatkan fungsi-fungsi lain dari pikiran Anda, saat memvisualisasikan, yang dalam hal ini adalah verbalisasi. 7. Mentalisasi Pantomimed Ini adalah variasi dari dua latihan terakhir, kecuali kali ini Anda menambahkan dimensi lain pada mentalisasi Anda Anda akan menggunakan pantomim saat menggambarkan ruangan. Misalnya, saat memvisualisasikan ruangan, Anda mungkin mengatakan pada diri sendiri “Ruangan itu sangat besar rentangkan tanganmu lebar-lebar untuk menekankan titik ini dan ada lorong di sebelah kiri. Di sebelah kanan saya ada jendela. Saya pikir saya akan membukanya. “Pergi melalui gerakan membuka jendela. Idenya adalah untuk memperkuat mentalisasi Anda, dengan menggabungkan gerakan bicara dan gerakan fisik. Dengan latihan berulang, Anda akan dapat membuat penyadaran Anda tentang orang asing menjadi nyata seperti yang Anda kenal. Ingat, semakin banyak fungsi mental yang Anda tambahkan, semakin tajam kesadaran Anda nantinya. 8. Menjelajahi Rumah Sebagai lanjutan dari teknik 7, dalam latihan ini Anda menjelajah di luar ruangan yang Anda sebut teknik 7 dan menjelajahi seluruh rumah. Saat melatih mental anda pada tehnik menjelajahi rumah, ingatlah untuk memasukkan verbalisasi dan pantomim ke visualisasi Anda. Ini berguna untuk memperkuat keterampilan Anda. Latihan Mindfulness 9. Breathing count Berlatihlah menghitung napas Anda dengan mata tertutup. Untuk mengetahui berapa banyak napas yang harus dihitung, mulailah menghitung dan segera setelah pikiran pindah, selain menghitung napas, Anda berhentilah di sana. Banyak orang yang baru belajar self hypnosis atau mindfulness, hanya dapat menghitung 2 atau 3 napas pada awalnya, tanpa gangguan – dan itu tidak masalah. Ulangi penghitungan napas Anda beberapa kali, hingga Anda merasa lebih fokus dan tenang, lalu duduk dan biarkan pikiran Anda bebas, tidak fokus pada apa pun secara khusus. Hanya “duduk dengan” apa pun yang terjadi dalam pikiran Anda tanpa dikendalikan. Ungkapan “duduk dengan itu” mengacu pada; membiarkan diri Anda menahan diri, dari segala upaya. Dan hanya menikmati perasaan dan sensasi dari pengalaman Anda. Biarkan semua yang Anda alami, untuk mengekspresikan dirinya, kepada Anda. Tanpa penilaian atau perlu mengubah segala sesuatnya. Saat Anda merasa puas, buka mata Anda. Setiap kali Anda melakukan latihan, hitung napas Anda tanpa gangguan di awal, dan perhatikan, bagaimana seiring waktu, Anda dapat mengambil lebih banyak napas. Tanpa ada ganguan. Ini adalah pertanda bagus. Bahwa Anda mengubah otak Anda. Dan meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus pada suatu tugas. 10. Pernapasan Piramida Dalam latihan ini, momen penuh perhatian, mengacu pada apa pun yang dapat Anda lakukan dengan tubuh Anda, di mana Anda mengalami perlawanan. Contoh gerakan sadar akan menekan dinding, atau menekuk jari kaki Anda. Tujuan latihan ini adalah untuk mengalami sensasi perlawanan di tubuh Anda, sambil melepaskan Anda dari pikiran Anda. Begini caranya Bernafas dan lakukan gerakan sadar, perhatikan sensasi atau tekanan dalam tubuhAmbil napas kedua dan lakukan gerakan sadar lainnyaUlangi latihan ini sampai Anda mencapai target napas Anda napas yang Anda capai dalam teknik 9Terap dan ulangi, sampai Anda mengalami pikiran yang lebih tenang. 11. Pernapasan Teratur Dalam latihan pernapasan sebelumnya, fokusnya adalah pada durasi. Dalam pernapasan teratur, fokusnya adalah pada kekuatan kesadaran Anda untuk memahami detail. Saat bernafas, fokuslah pada sensasi bagian hidung tertentu, seperti ujung hidung atau lubang hidung kanan. Cobalah untuk membuat target perhatian Anda sespesifik mungkin, dengan berfokus pada detail terkecil. Jika Anda merasa ini sulit dilakukan, fokuslah pada area tubuh Anda yang lebih besar seperti ekspansi tulang rusuk Anda. 12. Scan Tubuh Dalam latihan ini, tujuannya adalah untuk mengembangkan tingkat kesadaran yang tinggi di tubuh Anda – tanpa harus menyentuh tubuh Anda. Letakkan tangan Anda di atas bagian tubuh Anda, seperti dahi berfokus pada sensasi, sentuh bagian tubuh yang fokus Anda pada sensasi bagian tubuh dengan berbagai bagian tubuh. Saat Anda menjadi lebih baik dalam latihan ini, Anda tidak perlu menyentuh tubuh Anda karena Anda akan mengembangkan kesadaran yang lebih kuat. 13. Pelatihan Transformasional Tujuan dari Pelatihan Transformasional, adalah untuk mengalami emosi dan sensasi dari gambar yang Anda visualisasikan. Ketika teknik-teknik ini mendukung satu sama lain, lakukan secara berurutan. Menggambarkan gambar Jelaskan gambar dalam pikiran Anda Jelaskan suasana gambar, sensasi yang Anda dapatkan dari itu, serta emosi yang dimunculkannya Teleportasi Tujuan dari teknik ini adalah, untuk menemukan objek bernyawa atau benda mati dan membiarkan diri Anda bergabung dengannya. Misalnya, jika Anda memvisualisasikan harimau di benak Anda, bayangkan seperti apa rasanya menjadi harimau. Bayangkan, bagaimana rasanya dan apa pemikirannya. Biarkan diri Anda bergabung dengan harimau. Setelah mengalami diri Anda sebagai harimau, kembalilah ke diri Anda sendiri dan kemudian visualisasikan gambar yang berbeda, lalu ulangi latihan ini. Biarkan diri Anda beralih dari gambar ke gambar lain, saat Anda bergabung dengan masing-masing. Transformasi Spontan Latihan ini sama dengan latihan sebelumnya. Perbedaannya adalah bahwa alih-alih berfokus pada objek yang hidup atau mati, fokuslah pada Anda menemukan diri Anda dalam sebuah lanskap, izinkan objek dari lanskap itu memasuki kesadaran diri Anda bergabung dengan objek siap, cari lansekap lain dan ulangi prosesnya. Lakukan latihan ini, setidaknya tiga pemandangan. Semua teknik di atas memiliki satu kesamaan – mereka menantang Anda untuk memperluas kesadaran Anda dengan berfokus pada tugas tertentu. Dengan mengembangkan kesadaran Anda, Anda akan lebih mudah mengalami trance. Jika Anda belum mencoba metode ini, cobalah dan lihat bagaimana mereka dapat meningkatkan praktik self-hypnosis Anda. Dan mendorong kondisi trance yang lebih dalam. Dan ingat ada banyak rute menuju pikiran bawah sadar. tidak ada metode benar atau salah untuk sampai ke sana. Yang utama adalah melanjutkan latihan Anda, bersabar dan bersenang-senang. Ketika Anda berusaha terlalu keras, Anda menghadapi risiko pikiran sadar Anda melawan Anda.. Jadi coba untuk melepaskan. Dan lihat self-hypnosis, sebagai keterampilan yang Anda butuhkan. Untuk membangun secara perlahan. Bukan seperti sulap yang tiba-tiba jadi, secara instant. Cara Self-Hypnosis Untuk Masuk Kondisi Deep Trance. Untuk lebih memperluas wawasan, Anda dapat membaca beberapa artikel lainnya; tentang Hipnosis Dan Anda yang tertarik untuk mendalam tehnik hipnosis, dapat mengikuti pelatihan hipnosis bergaransi
KONDISI TRANCE DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARIMENGAPA MEMERLUKAN TRANCE?LEVEL KEDALAMAN TRANCETRANCE DAN TERAPI PERUBAHANLEBIH DARI HIPNOSISILMU DAN SENI DI BALIK TRANCEREFERENSI Membicarakan hipnosis dan hipnoterapi pastinya akan mengajak kita mengulas sebuah bahasan yang menjadi ciri khasnya, yaitu kondisi trance’, atau cukup sering juga disebut sebagai kondisi hipnosis’. Tidak bisa dipungkiri, fenomena trance ini jugalah yang membuat banyak orang memandang hipnosis sebagai fenomena magis’, dimana di layar televisi hal ini sering ditampilkan dalam skenario seorang penghipnotis’ melakukan serangkaian teknik yang terlihat ajaib’ pada seseorang yang akan dihipnotis’ lalu orang tersebut tiba-tiba terkulai dan nampak tidak sadarkan diri, sebelum ia diberikan sugesti dan melakukan hal-hal yang dikatakan oleh sang penghipnotis tersebut. Ya, kondisi dimana seseorang terhipnotis’ itulah yang dimaksudkan sebagai kondisi hipnosis’ atau trance. Pertanyaannya apakah benar seperti itu adanya? Apakah orang yang terhipnotis itu memasuki kondisi tidak sadar? Apakah ia jadi melakukan segala hal yang diperintahkan, apa pun itu? Apakah fenomena trance melibatkan hal-hal magis? Sekedar catatan pembuka, jawaban di balik pertanyaan di paragraf sebelumnya di atas mengenai apakah orang yang terhipnotis memasuki kondisi tidak sadar, atau apakah ia jadi melakukan segala hal yang diperintahkan dan apakah fenomena trance melibatkan hal-hal magis, sudah diulas di artikel sebelumnya Miskonsepsi Dalam Hipnoterapi, tulisan ini dibuat untuk secara khusus memperjelas fenomena dan kondisi trance, Anda akan diajak memahami fenomena trance ini secara bertahap, sehingga bukan hanya tidak lagi memandangnya sebagai fenomena mistis namun bahkan menyadari cakupan dari fenomena ini, termasuk manfaatnya untuk proses pengobatan dan terapi. KONDISI TRANCE DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Kondisi hipnosis atau trance sendiri sebenarnya merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang mengalami perpindahan kesadaran dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar – baik disengaja atau pun tidak disengaja – yang ditandai dengan berpindahnya gelombang otak dari gelombang otak Beta 12 – 25 Hz ke Alfa 8 – 12 Hz, Theta 4 – 8 Hz atau Delta 0,5 – 4 Hz, yang memungkinkan seseorang menjadi lebih mudah menerima pesan mental/sugesti tertentu. Namun demikian apakah fenomena ini hanya bisa diciptakan melalui proses hipnosis? Jawabannya adalah ya’ dan tidak’. Apa lagi maksudnya ya’ dan tidak’ dalam kalimat di atas? Untuk memahaminya, mari melakukan beberapa akivitas di bawah ini Ingat-ingatlah saat dimana Anda melamun, entah memikirkan suatu hal atau memang tanpa sengaja melakukannya. Ingat-ingatlah saat dimana Anda sedang berkendara menuju suatu tempat dan tanpa sadar Anda salah mengambil jalan yang bukan seharusnya Anda ambil namun Anda melewatinya karena dalam beberapa kesempatan Anda terlanjur terbiasa melewatinya. Ingat-ingatlah saat dimana Anda mencari sebuah barang dan Anda tak kunjung menemukannya, Anda menanyakan keberadaan barang itu pada orang lain dan ketika ditunjukkan ternyata barang itu ada di tempat yang Anda cari tadi, anehnya sebelumnya barang itu seolah tidak ada di sana. Masih ada lagi satu aktivitas yang mungkin tidak semua orang pernah alami namun tidak ada salahnya kita bahas, pikirkanlah saat-saat dimana Anda pernah terluka secara fisik tergores, tersayat dll dan Anda tidak menyadarinya, bahkan tidak merasakan sakitnya. Beberapa waktu berselang barulah Anda menyadari ada luka di bagian tubuh Anda dan barulah merasakan sakitnya – sambil terheran sendiri mengapa sedari tadi tidak ada perasaan sakit apa pun sebelum menyadarinya. Bagaimana, sudah memikirkannya? Bisa saja hal itu terjadi sudah lama dalam hidup Anda atau bisa jadi juga masih baru, yang jelas hal apa yang bisa Anda simpulkan dari kesemua fenomena itu? Yang paling penting, apakah semua fenomena itu terasa aneh bagi Anda atau terasa wajar adanya dan biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari? Meski sekedar dugaan, tebakan saya akan jawaban Anda adalah semua fenomena itu merupakan sebuah fenomena yang wajar dan biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, entah itu terjadi langsung pada diri kita atau pun pada orang lain di sekitar kita. Lalu apa istimewanya? Apa maksud dari semua aktivitas dan pertanyaan ini? Tak lain dan tak bukan untuk menyadarkan kita bahwa hipnosis adalah sebuah fenomena yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari hanya saja tidak kita sadari. Tunggu dulu, apa maksudnya? Begini, semua pemaparan fenomena yang Anda temukan di atas tadi pada dasarnya adalah merupakan bagian dari fenomena dan kondisi hipnosis atau trance, dimana terjadinya perpindahan gelombang otak dari gelombang otak Beta 12 – 25 Hz ke Alfa 8 – 12 Hz, Theta 4 – 8 Hz atau Delta 0,5 – 4 Hz, sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan kata lain, sebenarnya ada berbagai situasi dan fenomena dalam hidup kita dimana kondisi trance ini kita alami tanpa kita sadari dan tidak kita ketahui sebagai bagian dari kondisi hipnosis. Di mata orang awam hipnosis identik dengan situasi dimana seorang penghipnosis menerapkan teknik hipnosis pada orang lain sebagai subjek dan subjek ini kemudian memasuki kondisi trance yang terlihat seperti tidur atau kehilangan kesadaran, padahal dalam kenyataannya kondisi trance bukanlah sesuatu yang asing, bahkan sering kita alami dalam keseharian kita tanpa kita sadari. Pemahaman inilah yang menjawab pertanyaan sebelumnya apakah fenomena trance hanya bisa diciptakan melalui proses hipnosis? Jawabannya adalah ya’ dan tidak’. Jawabannya menjadi ya’ karena memang fenomena trance atau kondisi hipnosis adalah kondisi yang prosesnya sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, namun jawabannya menjadi tidak’ jika kita mengasumsikan bahwa kondisi hipnosis ini hanya bisa terjadi prosesnya melalui arahan seorang penghipnotis’. Artinya kondisi trance dan proses hipnosis adalah satu kesatuan, namun kondisi ini sendiri bisa diciptakan melalui bantuan orang lain atau pun terjadi secara alami tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasan sebelumnya di artikel Pikiran Sadar & Pikiran Bawah Sadar, kita sudah mengulas sedikit tentang gelombang otak, tanpa bermaksud mengulasnya dengan terlalu akademis mari pahami bahwa dalam aktivitas sehari-hari kita mengalami fluktuasi gelombang otak ini dari waktu ke waktu. Perubahan gelombang otak pada dasarnya akan mempengaruhi cara kita merespon, disinilah keunikan terjadi, ada kalanya gelombang otak terkondisikan di level tertentu dimana kesadaran kita terkondisikan ke dua jenis fenomena, yang juga menjelaskan beberapa fenomena di atas tadi Pertama, kondisi dimana pikiran sadar menjadi non-aktif, inilah yang terjadi ketika kita sedang melamun, dimana atensi kita sebenarnya terserap ke suatu hal absorped attention namun tanpa disadari dan kita larut di dalamnya. Pikiran bawah sadar tidak melakukan hal apa pun secara signifikan, seolah kita hanya berada dalam kondisi kesadaran kosong’. Kedua, yaitu kondisi dimana pikiran bawah sadar muncul beririsan’ dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar menjalankan fungsinya untuk mengambil alih’ perilaku, ini yang terjadi contohnya ketika kita sedang berkendara menuju suatu tempat dan tanpa sadar kita salah mengambil jalan yang bukan seharusnya kita ambil namun kita melewatinya karena dalam beberapa kesempatan kita terlanjur terbiasa melewatinya. Kondisi ini muncul biasanya mengacu kepada kebiasaan yang sudah tersimpan di pikiran bawah sadar, atau juga bisa dipicu oleh hal lain yang memicu insting reflek kita. Masih berhubungan dengan kondisi dimana pikiran bawah sadar beririsan, salah satu fenomena lain yang tak jarang muncul adalah negative hallucination bukan halusinasi sebagai gangguan psikologis, yaitu fenomena dimana kita sebenarnya melihat sebuah benda namun pikiran bawah sadar kita karena satu dan lain hal menghilangkan’ benda itu dari pandangan kita sehingga kita menganggapnya tidak ada karena kita merasa tidak melihatnya’. Dalam hubungannya dengan tubuh fisik, ketika atensi kita terserap ke hal tertentu dan gelombang otak terkondisikan di level tertentu yang sejalan dengannya maka salah satu fenomena lain bisa muncul, yaitu kondisi dimana kita tidak merasakan sakit anesthesia dan baru merasakan sakit justru setelah menyadarinya. Bukan berarti rasa sakitnya tidak ada, hanya saja otak terkondisikan untuk mengabaikan’ rasa sakit itu. Kondisi-kondisi tersebut dimana perpindahan kesadaran terjadi pada dasarnya adalah bagian dari kondisi trance. Bisa kita simpulkan bahwa seseorang bisa memasuki kondisi trance secara tidak sengaja dan tidak disadari bahkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam hipnosis hal ini sering dikenal sebagai highway hypnosis. MENGAPA MEMERLUKAN TRANCE? Kondisi trance dalam highway hypnosis sering dikenal juga dengan istilah non-formal trance, artinya trance yang terjadi tanpa harus melalui teknik hipnosis formal, melainkan yang dialami secara tidak disengaja dan tidak disadari seperti di contoh-contoh sebelumnya. Kebalikannya dari non-formal trance adalah formal trance, yaitu kondisi trance yang terjadi karena memang sengaja dikondisikan untuk dialami, hal ini biasa terjadi dalam sesi hipnosis atau sesi hipnoterapi, ciri khusus trance yang muncul dari proses ini biasanya sangat jelas karena terjadi melalui stimulus tertentu dan kedalamannya pun bisa diukur atau diperkirakan dengan teknik tertentu. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa formal–trance ini menjadi penting adanya dan menjadi bagian vital dari hipnoterapi? Jawaban sederhananya adalah karena fornal-trance merupakan kondisi dimana pikiran bawah sadar, sebagai bank data’ dan mesin’ penggerak perilaku serta perasaan kita menjadi aktif dan bisa diajak berkomunikasi. Kondisi aktifnya pikiran bawah sadar dalam kondisi formal-trance inilah yang mengefektifkan jalannya sesi terapi dan perubahan, seperti dituliskan oleh seorang tokoh hipnosis-hipnoterapi kenamaan, Michael D. Yapko 2003, yang mengungkapkan beberapa ciri dan keistimewaan psikologis trance, beberapa di antaranya yang berhubungan langsung dengan konteks trance formal dan manfaatnya dalam sesi terapi adalah Selective attention atensi pada hal tertentu Perpindahan kesadaran yang terjadi dalam kondisi trance formal diawali dengan memindahkan atensi dari hal-hal di luar diri outwards menjadi fokus ke dalam diri inwards yang distimulus dengan teknik-teknik tertentu. Semakin dalam kondisi trance yang dialami, maka semakin meningkat daya serap atau reseptivitas kita pada stimulus spesifik, yang dalam konteks terapi adalah sugesti, ini yang membuat sugesti dalam kondisi trance lebih berdampak daripada nasihat dalam kesadaran biasa, terutama jika disampaikan di kondisi kedalaman yang ideal. Dissociation disosiasi Dalam kondisi trance, seseorang bisa seolah memiliki beberapa kesadaran’ dimana yang dimaksud disosiasi di sini yaitu kondisi dimana pikiran sadar dan pikiran bawah sadar menjalankan fungsinya masing-masing, Pikiran sadar yang terus mendapatkan stimulus dalam proses hipnosis meneruskan stimulus ini sampai ke pikiran bawah sadar dan pikiran bawah sadar menjalankan tugasnya sesuai dengan stimulus yang diberikan sampai kemudian pikiran bawah sadar berperan aktif sementara pikiran sadar seolah menjadi pasif. Hal ini sering dilambangkan oleh kesan-kesan yang sering muncul dalam diri seseorang ketika menjalani proses hipnosis, sering kali muncul ucapan “Tadi itu saya mendengar semua ucapan Anda dan saya pun sadar atas apa yang sedang terjadi, hanya saja rasanya saya larut sendiri dalam proses yang sedang saya alami.” Bukan berarti mereka tidak sadar, hanya saja seolah ada kesadaran lain dari pikiran bawah sadar yang menjalankan fungsinya secara terpisah disosiasi sesuai sugesti yang diberikan. Increased responsiveness to suggestion meningkatnya respon terhadap sugesti Dalam kondisi trance, pikiran bawah sadar yang aktif lebih reseptif atau lebih mudah menerima sugesti, sehingga sugesti yang diberikan langsung ke pikiran bawah sadar lebih mudah untuk diadaptasi sebagai bagian dari perubahan perilaku baru. Meskipun begitu, perlu kita ingat bahwa meningkatnya respon ini bukan berarti menghilangkan fungsi perlindungan mental pikiran bawah sadar, memang pikiran bawah sadar lebih mudah menerima dan menjalankan sugesti yang diberikan namun jika program mental yang ada di dalamnya terlanjur mengakar maka lambat laun sugesti ini pun akan terkikis’ oleh program mental lamanya. Itulah mengapa dalam penerapan teknik hipnoterapi tingkat lanjut, kondisi responsifnya pikiran bawah sadar terhadap sugesti ini bukan semata digunakan untuk memberikan sugesti positif, melainkan menerapkan rangkaian teknik yang bisa mengantarkan kita untuk menemukan akar permasalahan dari program mental lama yang ada di pikiran bawah sadar dan menuntaskannya, barulah kemudian disusul dengan pemberian sugesti untuk membantu pemrograman’ perubahan perilaku baru, semua proses ini yang dilakukan dalam kondisi trance yang mendalam akan sangat membantu mengefektifkan dan mempercepat jalannya proses perubahan. Martin Orne’s Trance Logic Logika Trance Martin Orne Menyambung bahasan sebelumnya tentang meningkatnya respon terhadap sugesti, seorang professor di University of Pensylvania, Martin Theodore Orne 1959, mengungkapkan penelitiannya bahwa salah satu hal terpenting dalam proses hipnosis yaitu munculnya toleransi’ untuk menerima dan mengoperasikan sugesti tertentu yang dalam kesadaran biasa akan cukup sulit untuk dilakukan. Toleransi yang dimaksud dalam hal ini yaitu untuk memunculkan hal-hal yang disugestikan dan menganggapnya sebagai kenyataan yang berlaku saat ini. Misalnya saja seorang klien yang memiliki masalah dengan orang tuanya yang sudah meninggal, dalam kondisi trance pikiran bawah sadar bisa distimulus untuk memunculkan orang tuanya dan melalui rangkaian proses terapi kita bisa menyelesaikan masalah klien yang belum tertuntaskan terhadap orang tuanya tersebut. Meski hanya terjadi secara imajiner, pikiran bawah sadar klien yang menjalankan fungsi tersebut menganggapnya sebagai kenyataan, hal ini yang membuat masalahnya terselesaikan. Ketika dilakukan dalam kondisi kesadaran biasa, sangat mungkin ada kesulitan tertentu karena area kritis klien malah sibuk mempertanyakan yang sedang ia lakukan dengan sosok orang tuanya yang ia tahu sudah meninggal. Jika dihubungkan dengan stage hypnosis atau hipnosis untuk hiburan, bisa kita pahami bahwa fenomena inilah yang dimunculkan yang membuat seorang subjek bisa merespon sugesti dari penghipnosis dan menganggapnya sebagai kenyataan. Ada banyak cakupan dalam logika trance ini, bukan hanya dalam memunculkan atau menghilangkan objek tertentu dan menganggapnya sebagai kenyataan, melainkan juga termasuk dalam orientasi waktu, menjadikannya terasa lebih singkat atau terasa lebih lama, juga dalam manipulasi rasa sakit, yang digunakan untuk anesthesia. Cognitive and perceptual flexibility fleksibilitas kognitif dan penginderaan Merupakan salah satu hal yang menjadikan proses terapi berbasis hipnosis efektif. Fleksibilitas kognitif yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu untuk bisa mengoperasikan fungsi kognitif proses mental berpikir secara lebih fleksibel, hal ini yang membuat seseorang dalam sesi terapi di kondisi trance bisa distimulus untuk meninjau ulang permasalahannya dari berbagai persepsi kognitif yang berbeda dan mengubah orientasi berpikirnya, yang awalnya berorientasi pada masalah menjadi pada solusi misalnya, atau dari masalah menjadi pembelajaran, dengan kata lain kita bisa mengajak seseorang menata ulang proses kognitifnya atas masalah atau situasi yang dihadapinya secara lebih mendalam di level pikiran bawah sadar dan dengan stimulus sugesti yang tepat klien bisa menjadikannya sebuah perubahan yang bersifat permanen. Kesemua hal di atas tadi adalah hal-hal yang menjadikan hipnosis dan hipnoterapi efektif. Pada dasarnya setiap bentuk terapi psikologi didesain untuk bisa menghasilkan perubahan di level pikiran bawah sadar, namun kebanyakan dilakukan di level pikiran sadar, yang membuat area kritis aktif dan menantang’ prosesnya sehingga bisa jadi prosesnya memakan waktu dan tenaga, yang dalam banyak kasus menjadi berkepanjangan. Dalam kondisi trance formal, kita berurusan langsung dengan pikiran bawah sadar, hal ini membuat area kritis menjadi tidak aktif dan berbagai keistimewaan di atas bisa diakses, yang menjadikan proses terapi efektif. LEVEL KEDALAMAN TRANCE Menarik bukan? Jika demikian bukankah bisa kita simpulkan bahwa trance adalah kunci dari proses hipnosis-hipnoterapi? Betul sekali, namun pertanyaan berikutnya adalah trance yang bagaimana? Kalimat di atas tadi adalah untuk menegaskan, meski sedari tadi kita sudah membicarakan trance dan segala keistimewaannya, perlu kita pahami juga bahwa mengeksplorasi trance ini memiliki lika-likunya tersendiri, semua fenomena dan keistimewaan yang dibahas sebelumnya memang menjadi bagian dari trance, namun trance dengan kriteria atau tepatnya kedalaman’ tertentu. Mari sekali lagi pertama-tama mengurai trance dari perspektif gelombang otak. Ingatlah bahwa dalam posisinya sebagai sebuah fenomena perpindahan kesadaran, trance sangat berhubungan erat dengan perubahan gelombang otak, naik-turunnya gelombang otak karena stimulus tertentu inilah yang akan berpengaruh pada kondisi trance yang dialami. Artikel ini tidak akan mengurai pemahaman gelombang otak secara lebih spesifik dari tinjauan akademis, melainkan menguraikan pemahaman bahwa fenomena trance memiliki lapisan gelombang dan kedalaman’ dengan kriterianya masing-masing, inilah yang perlu seorang hipnoterapis pahami ketika memandu seseorang memasuki kondisi trance agar penanganan yang diberikan sejalan dengan kedalaman yang diperlukan. Kita sudah mendapati beberapa keistimewaan trance di bagian sebelumnya, namun kembali pada kriteria kedalaman yang diperlukan, keistimewaan itu baru bisa muncul optimal di level kedalaman tertentu, itulah mengapa pemahaman akan kedalaman trance ini menjadi vital fungsinya bagi para hipnoterapis. Penerapan teknik yang tidak sejalan dengan kondisi kedalaman trance yang sedang dialami akan membuat keefektifan proses terapi berkurang jadinya. Jadi bagaimana mengetahui kedalaman trance ini? Ada berbagai landasan teori yang muncul dari para peneliti yang berbeda yang mengurai level-level kedalaman trance ini, yang disebut skala kedalaman scale, sebut saja misalnya Arons Depth Scale yang mengurainya menjadi 6 level atau Davis Husband Scale yang mengurai skala kedalaman ini menjadi 30 level, masih ada lagi banyak teori skala kedalaman lain dari peneliti lain dengan uraiannya masing-masing. Penetapan level kedalaman trance ini biasanya mengacu kepada respon perilaku yang muncul dalam menerima dan menjalankan sugesti spesifik yang diberikan, dimana hal ini menjadi acuan bagi hipnoterapis untuk mengetahui/memperkirakan sejauh mana area kritis serta pikiran sadar sudah memasuki mode pasif dan di level kedalaman mana kliennya berada sebelum menerapkan teknik terapi yang akan difasilitasinya. Contohnya saja, dalam kasus dimana seorang klien memendam emosi yang belum terungkapkan pada orang tuanya yang sudah meninggal dan hal itu mempengaruhi kualitas kehidupannya di masa kini. Salah satu bentuk terapi dalam hal ini yaitu kita bisa memberikan sugesti pada pikiran bawah sadar klien untuk menghadirkan’ orang tuanya agar bisa mengungkapkan emosinya pada mereka. Jika proses ini dilakukan di level kedalaman yang ideal dan dengan teknik yang tepat maka hasilnya akan berdampak luar biasa bagi klien, karena faktor trance logic yang terjadi membuat pikiran bawah sadar menganggap hal ini sebagai kenyataan. Namun jika level kedalaman trance yang ada belum cukup untuk menstimulus trance logic ini, area kritis klien yang masih cukup aktif bisa saja mempertanyakan’ proses ini, meski sama-sama memberikan hasil positif, perbedaan dampak yang dihasilkan di pikiran bawah sadar akan berbeda. Salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur gelombang otak dan menghubungkannya dengan level kedalaman trance yang dialami yaitu alat electroencephalograph EEG, namun demikian tidak praktis adanya menggunakan alat ini dalam sesi terapi karena adanya pergerakan tubuh klien yang berpotensi membuat alat ini terlepas, maka seorang hipnoterapis harus mampu melakukan proses pengukuran kedalaman trance ini dengan menggunakan pengamatan pada respon perilaku klien dalam menerima dan menjalankan sugesti yang diterimanya. Sebagai landasan pemahaman awal, dalam artikel ini kita akan mengulas level kedalaman trance ini dengan membaginya ke dalam 6 level sederhana, yaitu Level 1, Hypnoidal, yaitu level dimana kondisi trance yang ada dialami seperti dalam kondisi melamun. Biasanya tahapan ini merupakan tahapan awal seseorang dalam meniatkan diri memasuki kondisi trance dan mulai mengkondisikan kesadarannya untuk bisa lebih rileks. Level 2, Light Trance Lethargic, level dimana seseorang sudah menjadi lebih fokus pada instruksi/sugesti dan lebih mudah untuk memunculkan sensasi-sensasi tertentu yang distimulus. Level 3 dan 4, Medium & Threshold of Somnambulism, level dimana seseorang mulai merasakan dirinya memasuki sensasi kesadaran yang berbeda, semakin malas untuk menganalisa dan berpikir yang berimbas pada menurunnya resistensi untuk menolak sugesti yang diberikan. Level 5, Deep Trance Full Somnambulism, level dimana pikiran bawah sadar semakin dominan muncul, respon terhadap sugesti semakin meningkat dan keistimewaan trance logic semakin bisa diakses optimal. trance logic sudah mulai bisa menerima sugesti untuk memanipulasi sensasi rasa sakit menjadi seperti mati rasa di bagian-bagian tubuh kecil seperti punggung telapak tangan dan sudah bisa distimulus untuk memunculkan objek-objek yang tidak ada agar dipersepsikannya ada dan dianggapnya sebagai kenyataan, dikenal sebagai positive hallucination. Level 6, Profound Somnambulism, level dimana semua kriteria di 5 level sebelumnya sudah dilalui dan ditambah satu kriteria tambahan, yaitu trance logic sudah bisa distimulus untuk menghilangkan objek yang ada agar dipersepsikan menjadi seolah tidak ada, dikenal sebagai fenomena negative hallucination. Sebagai klarifikasi, istilah somnambulism dalam hipnosis mengindikasikan kedalaman trance yang mendalam, berbeda dengan istilah yang sama dalam keilmuan psikologi-psikiatri dimana istilah ini mengacu pada kondisi sleepwalking atau gangguan tidur yang membuat penderitanya melakukan aktivitas-aktivitas kompleks seperti berjalan atau aktivitas lainnya bahkan mengemudi! sambil tidur. Jika kita amati kembali beberapa fenomena hipnosis dalam keseharian kita, sungguh ajaib bahwa dalam banyak kesempatan kita bisa memasuki fenomena somnambulism, dalam bentuk negative hallucination misalnya, yaitu mendapati benda yang ada menjadi seolah tidak terlihat luput dari penglihatan padahal benda itu jelas-jelas ada di depan kita! TRANCE DAN TERAPI PERUBAHAN Pada dasarnya setiap bentuk terapi psikologi didesain untuk bisa menghasilkan perubahan di level pikiran bawah sadar yang kemudian berdampak pada perubahan di level pikiran sadar, baik itu dalam bentuk perilaku, perasaan atau kesembuhan dari penyakit psikosomatis, disinilah trance menjadi jembatan penting dalam prosesnya. Lalu, jika kita mengacu pada pemahaman akan kedalaman trance yang sudah kita bahas sedari tadi, di level kedalaman trance yang mana sesi terapi dilakukan? Pertama-tama, perlu kita pahami bahwa bukan soal seberapa dalam kondisi kedalaman trance yang menentukan efektivitas perubahan, melainkan kecocokan dari teknik yang digunakan dengan kedalaman trance yang diakses. Mari membahas yang satu ini dengan lebih komprehensif, menggunakan level-level kedalaman trance yang sudah kita ulas tadi. Hypnoidal & Light Sebagai kondisi trance yang paling ringan, level ini banyak digunakan dalam sesi coaching & konseling formal untuk mengenali dan mengeksplorasi dinamika perasaan dan emosi dalam diri. Teknik-teknik terapi klasik seperti free association dalam psikoanalisa juga banyak menggunakan level trance yang satu ini. Proses yang berlangsung dalam sesi ini dilakukan agar pikiran sadar bisa menangkap’ pesan-pesan dari pikiran bawah sadar tentang masalah-masalah internal yang harus dibereskannya. Beberapa teknik terapi dalam keilmuan Neuro-Linguistic Programming NLP, Ego State Therapy sekarang lebih populer dengan nama Resource Therapy of Gordon Emmerson dan Time Line Therapy pun cukup banyak menggunakan level trance ini, karena memang jalannya terapi kebanyakan masih memerlukan peranan dominan dari fungsi kognitif pikiran sadar. Hipnoterapi cukup jarang dilakukan di kondisi ini karena fungsi kritis pikiran sadar terkadang cukup merintangi peran optimal pikiran bawah sadar yang diharapkan dalam sesi hipnoterapi. Medium Level dimana proses terapi semakin melibatkan cara kerja pikiran bawah sadar. Ada kalanya beberapa proses terapi berbasis yang sudah disebutkan di poin sebelumnya, yang dilakukan di level light justru bergeser’ dengan sendirinya ke level ini karena terjadi peningkatan kesadaran internal inwards attention yang membuat klien semakin fokus pada jalannya proses terapi dan membuat produksi gelombang otak tertentu meningkat, semua proses ini membuat pikiran bawah sadar lebih leluasa untuk aktif dan semakin berperan. Hipnoterapi mulai banyak digunakan di level ini, karena reseptivitas pikiran bawah sadar dalam menerima dan menjalankan sugesti yang diterimanya sudah lebih meningkat dari sebelumnya, lebih banyak teknik yang digunakan dalam level ini adalah yang berbasis sugesti, karena teknik-teknik lanjutan lainnya lebih cocok digunakan di level berikutnya. Full Somnambulism & Profound Somnambulism Inilah level dimana hipnoterapi banyak dilakukan, diperlukan pengetahuan dan kecakapan yang mumpuni untuk bisa membawa seseorang ke level kedalaman ini. Di level ini pikiran bawah sadar sudah sangat aktif merespon dan berkomunikasi, stimulus yang diberikan pada trance logic pun bisa dijalankan dengan baik oleh pikiran bawah sadar. Hipnoterapi tingkat lanjut dilakukan di level ini karena prosesnya melibatkan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti menelusuri akar masalah dalam diri seseorang ke masa lalu, bahkan terkadang sampai ke periode di dalam kandungan. Teknik ini juga memungkinkan kita untuk mengakses ego state atau parts personality untuk lebih jelasnya mengenai parts personality ini silakan membaca artikel Mengenal Bagian-Bagian Kepribadian Dalam Diri Personality Parts dalam diri seseorang yang menyebabkan konflik internal dan berkomunikasi secara jelas dengan mereka untuk memediasi permasalahan yang ada. LEBIH DARI HIPNOSIS Apakah level profound somnambulism merupakan level terdalam dari trance? Jawabannya adalah tidak. Belum ada yang tahu seberapa jauh batasan level trance yang paling dalam di kesadaran manusia, namun berbagai percobaan yang pernah dilakukan para ahli membawa mereka ke pemahaman tentang adanya level-level yang lebih dalam dari profound somnambulism, namun demikian para ahli sendiri enggan menggolongkan level ini sebagai bagian dari level kesadaran hipnosis, hal ini dikarenakan di level-level ini interaksi tidak lagi berjalan dengan baik sehingga menyulitkan jalannya terapi. Level-level yang lebih dalam ini lebih banyak digunakan untuk proses yang bukan bersifat therapeutic, seperti misalnya pembedahan, operasi dan membantu proses penyembuhan. Dua level yang cukup populer dari level yang melebihi profound somnambulism ini adalah Esdaile State Coma State Nama level ini diambil dari James Esdaile, seorang dokter yang menggunakan level kesadaran hipnosis ini untuk proses pembiusan sebelum operasi dan pemulihan pasca operasi, di India di jamannya dulu. Berpuluh-puluh tahun kemudian Dave Elman menemukan cara membawa kesadaran ke level kedalaman ini dan menamai level kedalaman ini dengan nama Esdaile state sebagai penghormatan dan untuk mengenang jasa James Esdaile. Ciri umum dari Esdaile state adalah terjadinya fenomena anesthesia, dimana tubuh fisik klien mengalami mati rasa’ dan tidak merasakan sensasi apa pun. Lebih dari itu, terjadi juga proses katatonik pada bagian tubuh klien, yaitu ketika bagian tubuh seperti lengan atau kaki diposisikan dengan posisi tertentu tanpa sugesti apa pun maka bagian tubuh itu tetap berada di posisinya. Masih ada lagi, di kondisi ini juga terjadi euphoria mental yang membuat klien merasa begitu damai, rileks dan sedemikian nyaman, sampai-sampai mereka akan memutuskan interaksi dan memilih untuk terus berada di level kedalaman itu, mereka bahkan bisa menolak untuk dibangunkan ke kesadaran normal! Maka disinilah seorang hipnoterapis perlu memahami prosedur dasar dari cara mengantisipasi hal ini dalam praktek profesionalnya, termasuk juga cara membawa seseorang ke level kedalaman ini kalau-kalau memang diperlukan untuk membantu penanganan kasus tertentu. Sichort State Ultra Depth Berawal dari seorang bernama Walter A. Sichort, yang merupakan seorang pesulap dan praktisi hipnosis yang biasa menampilkan atraksi memukau bersama asistennya yang bernama Mary Borgessi, yang dipandunya memasuki kondisi Esdaile state. Suatu hari Sichort memberikan sugesti pada Mary untuk memasuki level yang lebih dalam dari pada level mana pun yang ia pernah masuki, saat itu juga Mary memasuki level kesadaran yang belum pernah ditemukan sebelumnya, Sichort sendiri tidak bisa membangunkannya ke kesadaran normal dengan cara biasa, melainkan lebih lama dari biasanya. Rasa penasaran Sichort membawanya meneliti level kedalaman ini lebih lanjut sampai kemudian ia menemukan cara khusus memandu orang lain untuk mengaksesnya dengan efektif dan mencaritahu manfaatnya lebih jauh, ia pun memberi nama level ini Ultra Depth. Penelitiannya lebih jauh menyadarkannya bahwa level ini memungkinkan penyembuhan penyakit fisik terjadi dengan lebih cepat 6 sampai 10 kali lipat dalam diri seseorang, penelitian ini turut didokumentasikan oleh dokter dari Philadelphia Dolman dan Markow. Walter A. Sichort meninggal pada bulan Agustus, tahun 2000. Penelitiannya diteruskan dan dikembangkan oleh muridnya, James R. Ramey yang kemudian menyebarkan keilmuan ini sampai sekarang. ILMU DAN SENI DI BALIK TRANCE Memahami trance memang memerlukan keilmuan dan pemahaman, terutama untuk memahami manfaat spesifik dari setiap levelnya, namun dalam pelaksanaannya kita memerlukan lebih dari sekedar ilmu, melainkan seni, yaitu cara mengemasnya menjadi sebuah keindahan. Dikatakan oleh Roy Hunter 2010 bahwa hipnosis adalah keilmuan dan seni science and art, saya pribadi menemukan hal itu adalah benar adanya. Sebagai landasan dari sesi terapi yang efektif, perjalanan memahami manfaat dari level-level trance memberikan banyak pencerahan bagi saya secara pribadi. Terberkati dengan kesempatan untuk belajar berbagai macam keilmuan mulai dari psikoterapi konvensional seperti psikoanalisa dan psikodinamika sampai ke berbagai keilmuan modern seperti NLP, EFT, Time Line Therapy, Ego State Therapy dan banyak lagi, semua itu menyadarkan saya bahwa esensi terpenting dari semua keilmuan itu adalah untuk mengupayakan perubahan di level pikiran bawah sadar. Meski penerapan tekniknya mungkin berbeda, satu esensi yang sama adalah di setiap metode itu terdapat kondisi trance sebagai jembatan menuju perbaikan’ di pikiran bawah sadar, disinilah kecakapan kita diuji untuk menciptakan seni berkomunikasi yang bisa memunculkan kondisi trance ini sesuai dengan kebutuhan. Apa pasal disebut seni? Karena tak lain dan tak bukan ada keindahan di dalamnya. Terlepas dari seberapa jauh kita memahami teorinya, tetap saja praktik adalah penentunya, meski kita memahami prinsipnya, yang kita hadapi adalah manusia, yang harus diperlakukan dengan telaten, dengan karakter dasarnya masing-masing agar karakter dasar trance itu bisa tereksplorasi dengan baik. Sebagai seorang life coach, saya dihadapkan dengan banyaknya sesi percakapan coaching interaktif dengan klien di luar sesi terapi, nyata sekali adanya bahwa dalam percakapan itu pun klien acap kali berada dalam kondisi trance dengan ciri khasnya masing-masing. Kepekaan untuk mengenali dan memberdayakan respon trance itulah yang bagi saya menjadi sebuah seni tersendiri untuk bisa dieksplorasi. Beberapa tahun terakhir ini saya mengaplikasikan pendekatan multi-modal, mengaplikasikan berbagai macam metode, baik klasik dan modern dalam sesi coaching dan konseling klien sebelum memandunya memasuki proses terapi. Setiap proses trance yang dialami klien dari mulai yang paling ringan sampai yang paling dalam menjadi sebuah pembelajaran tersendiri, betapa bukan soal semata dalamnya kondisi trance yang menentukan proses perubahan, melainkan daya dan kepekaan kita untuk menyesuaikan setiap kondisi trance klien dengan teknik yang tepat, itulah seni dan keindahannya. Dalam beberapa kesempatan, klien saya tersembuhkan atau mengalami perubahan signifikan hanya di level light trance, sekali lagi bukan soal dalamnya, melainkan memahami bahwa dalam kondisi trance pikiran bawah sadar sudah mulai berperan lebih aktif, tugas kita hanya menjembatani komunikasinya dengan pikiran sadar agar segala-sesuatunya terintegrasi dan menghasilkan perubahan. Namun ada kalanya juga klien memerlukan level kedalaman yang lebih dalam dari biasanya, contohnya ketika dulu seorang klien datang dengan keinginan mengatasi rasa sakit yang dialaminya. Klien ini baru saja menjalani operasi pembedahan dan bekas pembedahan itu meninggalkan rasa sakit yang lumayan mengganggunya, berbekal konsultasi dengan dokternya yang cukup berwawasan terbuka, ia direkomendasikan menjalani sesi hipnosis untuk pengelolaan rasa sakit. Saya sendiri tidak memberikan sesi hipnosis yang berhubungan dengan medis, kecuali ada rekomendasi dari praktisi kesehatan yang berwenang atas diri klien. Berbekal rekomendasi dari dokter yang menanganinya, maka dalam kasus ini saya pun membantu klien memasuki level trance dimana ia bisa mengendalikan rasa sakitnya sehingga tidak mengganggunya secara berlebih. Pada akhirnya bukan soal ringan atau dalamnya level trance yang menjadi inti dari proses terapi, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan klien itu sendiri. Ingin mengetahui lebih jauh tentang hipnoterapi? Memerlukan layanan hipnoterapi untuk membantu Anda dan/atau kerabat Anda yang membutuhkannya? Atau ingin mempelajari hipnoterapi secara serius sampai bisa berpraktik secara profesional dan sistematis? Silakan menghubungi ke kontak yang tertera. REFERENSI Hunter, Roy. 2010. The Art of Hypnosis. USA Crown House Publishing Hunter, Roy. 2010. The Art of Hypnotherapy. USA Crown House Publishing Yapko, Michael D. 2003. Trancework. USA Routledge
cara mudah memasuki kondisi trance